Selasa, 30 Maret 2010
Jika Tiba Ajalku
Jika tiba kematianku
ku tak ingin kau kenakan baju hitam
tanda berkabung untukku
kenakanlah baju warna warni
disaat kematianku...
karna...ku tahu kau gembira lepas bebanmu
Jika tiba kematianku
jangan meneteskan air mata untukku
ku tak ingin tetesan air matamu jatuh ke pipiku
Jika tiba kematianku
jangan memelukku
ku tak ingin pelukanmu membangunkanku
dari kematianku
angkatlah jasadku...letakkan di pundakmu
berjalanlah kearah utara
karna disana ada hutan belantara
yang tidak pernah di jamah orang
letakkanlah tubuhku diatas dedaunan
galilah kuburku yang dalam
biar....jika hujan datang aku tidak merasakan kedinginan
baringkanlah aku dengan lembut
di tanah yang sudah kau gali untukku
tutuplah jasadku dengan tanah yang lembut
lalu...taburkanlah bibit dan bunga mawar merah di pusaraku
Jika bibit bunga mawar itu tumbuh
harumnya akan sampai ke tempat dimana kau tinggal
Kau akan merasakan wanginya mawar dari pusaraku
sampai ke sumsum tulangmu
seperti itulah tulus dan sayangku padamu
sekalipun aku sudah tiada
namun rasa sayangku padamu akan terus tumbuh seperti
bibit mawar yang kau tanam di pusaraku
Berjalanlah....dan langkahkanlah kakimu
pulanglah ke rumahmu
disana istri dan anakmu menunggu
jangan menoleh ke belakang lagi
karna aku sudah tenang disini
di rumah baruku....
disini....aku tidak merasakan malu
disini....aku tidak merasakan sakitku
disini....aku tidak merasakan sakit hatiku karnamu
semoga kepergianku membawa
kebahagiaan untukmu "dedi gunawan" ku
Read More..
ku tak ingin kau kenakan baju hitam
tanda berkabung untukku
kenakanlah baju warna warni
disaat kematianku...
karna...ku tahu kau gembira lepas bebanmu
Jika tiba kematianku
jangan meneteskan air mata untukku
ku tak ingin tetesan air matamu jatuh ke pipiku
Jika tiba kematianku
jangan memelukku
ku tak ingin pelukanmu membangunkanku
dari kematianku
angkatlah jasadku...letakkan di pundakmu
berjalanlah kearah utara
karna disana ada hutan belantara
yang tidak pernah di jamah orang
letakkanlah tubuhku diatas dedaunan
galilah kuburku yang dalam
biar....jika hujan datang aku tidak merasakan kedinginan
baringkanlah aku dengan lembut
di tanah yang sudah kau gali untukku
tutuplah jasadku dengan tanah yang lembut
lalu...taburkanlah bibit dan bunga mawar merah di pusaraku
Jika bibit bunga mawar itu tumbuh
harumnya akan sampai ke tempat dimana kau tinggal
Kau akan merasakan wanginya mawar dari pusaraku
sampai ke sumsum tulangmu
seperti itulah tulus dan sayangku padamu
sekalipun aku sudah tiada
namun rasa sayangku padamu akan terus tumbuh seperti
bibit mawar yang kau tanam di pusaraku
Berjalanlah....dan langkahkanlah kakimu
pulanglah ke rumahmu
disana istri dan anakmu menunggu
jangan menoleh ke belakang lagi
karna aku sudah tenang disini
di rumah baruku....
disini....aku tidak merasakan malu
disini....aku tidak merasakan sakitku
disini....aku tidak merasakan sakit hatiku karnamu
semoga kepergianku membawa
kebahagiaan untukmu "dedi gunawan" ku
Read More..
Langganan:
Komentar (Atom)

