Jika tiba kematianku
ku tak ingin kau kenakan baju hitam
tanda berkabung untukku
kenakanlah baju warna warni
disaat kematianku...
karna...ku tahu kau gembira lepas bebanmu
Jika tiba kematianku
jangan meneteskan air mata untukku
ku tak ingin tetesan air matamu jatuh ke pipiku
Jika tiba kematianku
jangan memelukku
ku tak ingin pelukanmu membangunkanku
dari kematianku
angkatlah jasadku...letakkan di pundakmu
berjalanlah kearah utara
karna disana ada hutan belantara
yang tidak pernah di jamah orang
letakkanlah tubuhku diatas dedaunan
galilah kuburku yang dalam
biar....jika hujan datang aku tidak merasakan kedinginan
baringkanlah aku dengan lembut
di tanah yang sudah kau gali untukku
tutuplah jasadku dengan tanah yang lembut
lalu...taburkanlah bibit dan bunga mawar merah di pusaraku
Jika bibit bunga mawar itu tumbuh
harumnya akan sampai ke tempat dimana kau tinggal
Kau akan merasakan wanginya mawar dari pusaraku
sampai ke sumsum tulangmu
seperti itulah tulus dan sayangku padamu
sekalipun aku sudah tiada
namun rasa sayangku padamu akan terus tumbuh seperti
bibit mawar yang kau tanam di pusaraku
Berjalanlah....dan langkahkanlah kakimu
pulanglah ke rumahmu
disana istri dan anakmu menunggu
jangan menoleh ke belakang lagi
karna aku sudah tenang disini
di rumah baruku....
disini....aku tidak merasakan malu
disini....aku tidak merasakan sakitku
disini....aku tidak merasakan sakit hatiku karnamu
semoga kepergianku membawa
kebahagiaan untukmu "dedi gunawan" ku
Selasa, 30 Maret 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


2 komentar:
"LA TAHZAN"
Halaman 55, "Tersenyumlah"
___________________________________________
Halaman 61, Elia Abu Madhi berkata:
Orang berkata,"langit selalu berduka dan mendung."
Tapi aku berkata,"Tersenyumlah,cukuplah duka cita dilangit sana."
Orang berkata,"Masa muda telah berlalu dariku."
Tapi aku berkata,"Tersenyumlah,bersedih menyesali masa muda takkan pernah mengembalikannya."
Orang berkata."Langitku yang ada didalam jiwa telah membuatku merana dan berduka. Janji-janji telah mengkhianatiku ketika kalbu telah menguasainya. Bagaimana mungkin jiwaku sanggup mengembangkan senyum manisnya."
Maka akupun berkata,"Tersenyum dan berdendanglah,kala kau membandingkan semua umurmu kan habis merasakan sakitnya."
Orang berkata,"Perdagangan selalu penuh intrik dan penipuan,ia laksana musafir yang akan mati karena terserang rasa haus."
Tapi aku berkata,"Tetaplah tersenyum,karena engkau akan mendapatkan penangkal dahagamu. Cukuplah engkau tersenyum,karena mungkin hausmu akan sembuh dengan sendirinya.Maka mengapa kau harus bersedih dengan dosa dan kesusahan orang lain.Apalagi sampai engkau seolah-olah yang melakukan dosa dan kesalahan itu?
Orang berkata,"Sekian hari raya telah tampak tanda-tandanya seakan memerintahkanku membeli pakaian dan boneka-boneka.Sedangkan aku punya kewajiban bagi teman-teman dan saudara,namun telapak tanganku tak memegang walau hanya satu dirham adanya."
Ku katakan."Tersenyumlah,cukuplah bagi dirimu karena anda masih hidup,dan engkau tidak kehilangan saudara-saudara dan kerabat yang kau cintai."
Orang berkata."Malam memberiku minuman 'alqamah."
Aku berkata."Tersenyumlah,walaupun kau makan buah 'alqamah mungkin saja orang lain yang melihatmu berdendang akan membuang semua kesedihan. Berdendanglah. Apa kau kira dengan cemberut akan memperoleh dirham atau kau merugi karena menampakkan wajah berseri?
Saudaraku,tak membahayakan bibirmu jika engkau mencium,juga tak membahayakan jika wajahmu tampak indah berseri.Tertawalah,sebab meteor-meteor langit juga tertawa,mendung tertawa karenanya kami mencintai bintang-bintang."
Orang berkata."Wajah berseri tidak membuat dunia bahagia,yang datang kedunia dan pergi dengan gumpalan amarah."
Ku katakan."Tersenyumlah, selama antara kau dan kematian ada jarak sejengkal,setelah itu engkau tidak akan pernah tersenyum."
______________________________________
Salam dari sahabat mu (hoem4m4@gmail.com)
dear bella..............
semua manusia tidak ada yg sempurna...
kesempurnaan hanya milik Allah...
bersabarlah,biarkanlah Tuhan yang menghukumnnya, saya yakin Tuhan maha tau dan Tuhan tidak akan memberikan masalah diluar batas kemampuan bella.
jangan pikirkan laki2 seperti dia, diahanya memanfaatkan bella aja.
relakanlah, ikhlaskanlah barang yang dia pinjam dan dia tidak kembalikan, sekalipun barang itu sangat berarti bagi bella. mungkin barang itu dia lebih butuhkan.
semangat ya bellllll............
salam
johnindosiar@yahoo.com
Posting Komentar